Mengelola keuangan sering menjadi tantangan terbesar bagi pelaku UMKM. Banyak usaha kecil masih mencatat transaksi secara manual, sehingga laporan keuangan sulit dipahami, tidak rapi, bahkan tidak bisa dipakai untuk pengambilan keputusan bisnis atau pelaporan pajak.
Padahal, laporan keuangan UMKM adalah fondasi penting untuk mengukur kesehatan bisnis. Tanpa laporan yang sesuai standar akuntansi, UMKM berisiko salah langkah, kesulitan mendapatkan pinjaman, hingga kehilangan kesempatan investasi.
Jika ingin laporan lebih rapi dan sesuai aturan, Anda bisa memanfaatkan layanan jasa konsultan keuangan Trusvation yang berfokus mendukung UMKM dan startup di Jakarta.
Mengapa Laporan Keuangan Penting untuk UMKM?
Bagi UMKM, laporan keuangan bukan sekadar formalitas. Ada banyak manfaat nyata:
- Mengetahui kondisi bisnis dengan jelas → Apakah usaha untung atau rugi, berapa besar arus kas masuk dan keluar.
- Memudahkan akses pinjaman & investor → Bank dan investor biasanya meminta laporan keuangan sebelum memberikan pendanaan.
- Memenuhi kewajiban pajak → Laporan keuangan menjadi dasar untuk menghitung dan melaporkan pajak sesuai aturan.
- Mendukung pengambilan keputusan → Pemilik bisnis dapat membuat strategi lebih tepat karena didukung data keuangan yang akurat.
Laporan ini juga sangat berkaitan dengan pelaporan pajak. Simak juga layanan konsultan pajak Trusvation agar perusahaan lebih siap secara finansial dan kepatuhan pajak.
Jenis Laporan Keuangan yang Wajib Dimiliki UMKM
Menurut standar akuntansi, UMKM sebaiknya memiliki setidaknya empat laporan utama:
Laporan Laba Rugi
Menunjukkan pendapatan, biaya, dan laba bersih dalam periode tertentu.
Neraca (Balance Sheet)
Menggambarkan posisi keuangan bisnis pada suatu tanggal tertentu: aset, kewajiban, dan ekuitas.
Arus Kas (Cashflow)
Memantau pergerakan uang masuk dan keluar.
Catatan atas Laporan Keuangan
Berisi penjelasan tambahan mengenai angka-angka dalam laporan.
Baca juga: Contoh Laporan Keuangan UMKM Sederhana untuk memahami format dasar yang bisa langsung dipakai.
Langkah Membuat Laporan Keuangan UMKM
- Catat semua transaksi – jangan abaikan pemasukan atau pengeluaran kecil.
- Pisahkan rekening pribadi & bisnis – buat rekening khusus bisnis.
- Kelompokkan transaksi sesuai akun – penjualan, biaya operasional, aset, utang.
- Susun laporan bulanan – minimal laba rugi & arus kas.
- Review & evaluasi – periksa laporan setiap bulan.
Jika ingin laporan lebih cepat dan sesuai standar, gunakan jasa laporan keuangan UMKM Trusvation yang siap membantu dari pencatatan hingga penyusunan laporan bulanan.
Tools & Software untuk Membantu UMKM
Beberapa pilihan software akuntansi populer untuk UMKM:
- Jurnal.id
- Accurate Online
- Zahir Accounting
- Excel/Google Sheet
Panduan lengkapnya bisa Anda baca di artikel: Software Akuntansi UMKM: Jurnal vs Accurate vs Zahir
Kesalahan Umum UMKM dalam Membuat Laporan Keuangan
- Mencampur uang pribadi & bisnis
- Tidak mencatat transaksi kecil
- Membuat laporan hanya setahun sekali
- Tidak sesuai standar akuntansi
Simak artikel lengkapnya: 5 Kesalahan Umum UMKM dalam Mengelola Keuangan
Tips Agar Laporan Keuangan UMKM Lebih Efisien
- Gunakan software akuntansi berbasis cloud
- Lakukan review bulanan
- Konsultasi dengan konsultan keuangan
- Otomatiskan pencatatan transaksi
Untuk transformasi digital, baca juga artikel: Strategi Digitalisasi Keuangan untuk Bisnis UMKM
Catatan :
Laporan keuangan bukan hanya kewajiban, tapi kunci untuk mengembangkan usaha. Dengan pencatatan yang baik, UMKM bisa:
- Mengetahui kesehatan bisnis
- Mudah mendapat pendanaan
- Memenuhi kewajiban pajak
- Mengambil keputusan lebih tepat
Jika Anda pemilik UMKM atau startup di Jakarta yang ingin punya laporan keuangan rapi dan sesuai standar akuntansi, Trusvation siap membantu.
Hubungi kami di Layanan Konsultan Keuangan Jakarta – Trusvation untuk konsultasi gratis.
