Banyak UMKM di Indonesia tumbuh cepat tetapi gagal bertahan karena masalah keuangan. Tidak sedikit pemilik usaha yang sibuk mengejar penjualan, namun melupakan pencatatan, laporan, hingga perencanaan keuangan yang benar.
Akibatnya, bisnis sering mengalami kebocoran kas, kesulitan bayar pajak, bahkan sulit mendapat pendanaan. Artikel ini membahas 5 kesalahan umum UMKM dalam mengelola keuangan agar Anda bisa menghindarinya.
Jika bisnis Anda membutuhkan sistem keuangan yang lebih profesional, gunakan layanan Konsultan Keuangan UMKM Trusvation.
1. Mencampur Keuangan Pribadi dan Bisnis
Kesalahan paling sering terjadi adalah tidak memisahkan uang pribadi dengan bisnis. Akibatnya, pemilik usaha tidak tahu persis berapa keuntungan yang sebenarnya.
Solusi:
- Buat rekening bank khusus bisnis
- Pisahkan catatan pengeluaran pribadi dan usaha
- Gunakan software akuntansi untuk memantau arus kas
Lihat juga artikel: Software Akuntansi UMKM: Jurnal vs Accurate vs Zahir
2. Tidak Mencatat Semua Transaksi
Banyak UMKM yang hanya mencatat transaksi besar dan mengabaikan transaksi kecil. Padahal, biaya parkir, ongkir, atau pembelian kecil bisa memengaruhi laporan keuangan jika dibiarkan menumpuk.
Solusi:
- Biasakan mencatat semua transaksi, sekecil apa pun
- Simpan bukti transaksi (nota, invoice)
- Gunakan aplikasi berbasis cloud agar pencatatan real time
Baca juga: Contoh Laporan Keuangan UMKM Sederhana
3. Tidak Membuat Laporan Keuangan Bulanan
UMKM sering hanya membuat laporan tahunan saat urusan pajak. Akibatnya, mereka tidak punya data keuangan rutin untuk mengambil keputusan.
Solusi:
- Susun laporan keuangan bulanan: Laba Rugi, Neraca, dan Arus Kas
- Review laporan setiap bulan untuk evaluasi bisnis
- Konsultasi dengan konsultan keuangan jika data kompleks
Panduan lengkap ada di artikel: Cara Membuat Laporan Keuangan UMKM Sesuai Standar Akuntansi
4. Tidak Menyisihkan Dana Darurat dan Cadangan Pajak
Banyak pemilik UMKM yang menggunakan seluruh keuntungan tanpa menyisihkan untuk dana darurat atau kewajiban pajak. Akibatnya, bisnis panik saat ada kebutuhan mendesak atau saat pajak jatuh tempo.
Solusi:
- Sisihkan minimal 5–10% dari laba untuk dana darurat
- Buat rekening terpisah untuk tabungan pajak
- Gunakan software akuntansi untuk menghitung estimasi pajak otomatis
Jika Anda butuh layanan pajak, cek: Konsultan Pajak Trusvation
5. Tidak Memanfaatkan Teknologi Keuangan
Masih banyak UMKM yang mengandalkan catatan manual di buku atau Excel. Padahal, software akuntansi modern dapat menghemat waktu, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan efisiensi.
Solusi:
- Coba software akuntansi UMKM seperti Jurnal, Accurate, atau Zahir
- Integrasikan software dengan marketplace atau POS bisnis
- Gunakan laporan otomatis untuk memantau keuangan real time
Pelajari lebih lanjut di artikel: Strategi Digitalisasi Keuangan untuk UMKM
Catatan :
Mengelola keuangan dengan benar adalah kunci keberhasilan UMKM. Dengan menghindari 5 kesalahan umum di atas — mencampur uang pribadi, tidak mencatat transaksi kecil, tidak membuat laporan bulanan, tidak menyisihkan dana darurat, dan tidak memanfaatkan teknologi — bisnis Anda akan lebih sehat dan siap berkembang.
Jika ingin sistem keuangan yang lebih teratur dan sesuai standar akuntansi, hubungi Konsultan Keuangan UMKM Trusvation untuk solusi profesional.
